EVALUASI
PEMBELAJARAN IPS SD
Kelompok
5:
Nama Kelompok
Disusun Oleh
Maradona Loli Lembang : ADA 115 062
Mila Agustini :
ADA 115 084
Nurfahriani :
ADA 115 014
Prima Mayang Telasih : ADA 115 054
Ritae Permata Sari : ADA 115 077
UNUVERSITAS PALANGKARAYA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
PROGRAM STUDI PENDIDKAN GURU
SEKOLAH DASAR
Kata pengantar
Dengan menyebut nama
Allah SWT Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang, kami panjatkan puja dan puji
syukur atas kehadirat-nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah-nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Evaluasi
Pembelajaran IPS SD yang kami buat untuk menyelesaikan tugas Semester I, yang
diberikan Oleh Dosen.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah Evaluasi Pembelajaran IPS SD ini yang kami buat berdasarkan dari berbagai pihak, dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Makalah ini telah kami susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah Evaluasi Pembelajaran IPS SD ini yang kami buat berdasarkan dari berbagai pihak, dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.
Palangkaraya, 07 Oktober 2016
Penyusun,
Kelompok 5
Daftar
Isi
Kata Pengantar……………………………………………………………………………….i
Daftar
Isi……………………………………………………...……………………………..ii
Evaluasi Pembelajaran
IPS SD………………………………………………………………1
Pendahuluan…………………………………………………………………………………..1
Kegiatan
1
Merancang dan Menyusun
Alat Evaluasi Secara Umum Proses Belajar IPS SD…………2
a.
Pengertian
Evaluasi………………………………………………………………...........2
b.
Syarat-Syarat Tes yang
Baik……………………………………………………........…2
c.
Merancang Alat Evaluasi atau
Tes………………………………………………...........3
d.
Menyusun Alat Evaluasi atau
Tes……………………………………………….........…4
Kegiatan
2
Merancang
dan Menyusun Alat Evaluasi Hasil Belajar IPS
Aspek Kognitif………………7
Kegiatan
3
Merancang
dan Menyusun Alat Evaluasi Nilai dan Sikap Sosial…………………………...11
a. Antara
Orang Per Orang……………………………………………………………...11
b. Anatra
Orang Per Orang dengan Kelompok Masyarakat…………………………..11
c. Antara
Kelompok dengan Kelompok…………………………………………………12
Kegiatan
4
Merancang
dan Menyusun Alat Evaluasi Keterampilan IPS…………………..…………..14
Kesimpulan…………………………………………...………………………………………18
Daftar
Pustaka………………………………………………………………………………..19
EVALUASI
PEMBELAJARAN IPS SD
Pendahuluan
Setelah kemampuan merancang dan
menerapkan metode pembelajaran IPS SD, tentu diperlukan Evaluasi dalam rangka
menilai hasil pembelajaran IPS yang telah diajarkan dan untuk memperbaiki
kekurangan-kekurangan yang terjadi atau meningkatkan kebaikan-kebaikan yang
diperoleh sebelumnya. Oleh karena itu, kemempuan merancang, menyusun dan
menerapkan alat evaluasi tersebut sangat penting bagi Anda yang bertugas
mengajar IPS di SD.
Indikator Evaluasi Pembelajaran IPS
SD:
1. Mampu
menyajikan berbagai alat evaluasi pembelajaran IPS SD.
2. Selalu
menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif, dan
berwibawa.
3. Selalu
menampilkan diri sebagai pribadi yang berahlak mulia dan sebagai teladan bagi
perserta didik dan masyarakat.
Tujuan pembelajaran yang diharapkan
setelah Anda mempelajari Evaluasi Pembelajaran IPS SD ini ialah agar Anda
dapat:
1. Merancang
alat evaluasi pembelajran IPS di SD
2. Menyusun
alat evaluasi pembelajran IPS di SD
3. Merancang
alat evaluasi hasil belajar IPS di SD dari aspek kognitif
4. Merancang
alat evaluasi hasil belajar IPS di SD dari aspek nilai dan sikap social
5. Merancang
alat evaluasi hasil belajar IPS di SD dari aspek keterampilan
Kegiatan
Belajar 1
Merancang
dan Menyusun Alat Evaluasi Secara
Umum
dalam Proses Belajar IPS di SD
a.
Pengertian
Evaluasi
Evaluasi
atau penilaian adalah suatu proses systematic untuk mengetahui tingkat
keberhasilan dan efisiensi suatu program (suatu kegiatan yang telah
direncanakan sebelumnya, lengkap dengan tujuan dari kegiatan tersebut). Kegunan
utama dari evaluasi adalah untuk pengambilan keputusan dan pertanggung jawaban
terhadap kegiatan yang telah dilaksanakan.
Pengukuran,
penilaian (evaluasi), atau pengambilan keputusan mempunyai arti yang berbeda
karena tingkat penggunaanya yang berbeda.
Pengukuran
adalah suatu kegiatan untuk mendapatkan informasi atau data secara kuantitatif,
sedangkan penilaian adalah kegiatan untuk mengetahui apakah suatu program telah
berhasil dan efisien. Jadi, hasil pengukuran merupakan sumber data yang daik
mutunya bagi penilaian.
Pengambilan
keputusan atau kebijaksanaan adalah tindakan yang diambil sesorang atau lembaga berdasarkan data
atau informasi yang telah diperoleh, atas dasar pengukuran dan penilaian.
Tes
prestasi belajar adalah himpunan pertanyaan yang diperlukan untuk mengukur
tingkat kemampuan siswa dalam menguasai bahan pelajaran yang telah diajarkan
oleh guru.
b.
Syarat-Syarat
Tes yang Baik
Syarat-syarat
tes yang baik adalah:
a. Valid
(sahih) atau hanya mengukur apa yang
hendak diukur. Tes untuk bidang studi IPS, setiap butir soalnya harus mengukur
hanya pengetahuan IPS saja.
b. Andal
(reliable) atau kecermatan atau
ketepatan (precision) dan keajengan (consistency) dari hasil pengukuran yang
dilakukan. Setiap butir soal memiliki tingkat kesukaran yang sedang dan
sebaiknya homogen.
c. Objektif dan Adil. Penilaian hasil belajar
perserta didik tidak menguntungkan atau merugikan perserta didik dan tidak
dipengaruhi oleh sudyektivitas penilai, perbedaan latar belakang agama,
social-ekonomi, budaya, bahasa, gender, dan hubungan emosional.
c. Merancang Alat Evaluasi atau Tes
sebelum
menyususn tes, terlebih dahulu harus memperhatikan hal-hal berikut:
a. Tujuan
tes
Dalam
bidang pendidikan, tujuan tes untuk mengetahui penguasaan peserta didik dalam
pokok bahasan atau sub pokok bahasan tertentu setelah materi diajarkan atau
untuk mengetahui kesulitan belajar peserta didik (diagnostic tes).
b. Penyusunan
kisi-kisi tes
Kisis-kisi
atau tabel spesifikasi (test blue print)
merupakan rambu-rambu ruang lingkup dari isi soal yang akan diuji.
Dalam
merancang tes, pertama perlu kita mempelajari kurikulum sekolah yang berlaku
mengenai kompetisi dasar, materi pokok, hasil belajar, dan indicator materi.
Setelah itu buatlah indicator tes atau tujuan instruksional khusus (TIK) untuk
tes yang akan disusun.
Kompetensi Dasar (DK)
|
: Mendeskrisipkan kedudukan dan peran
anggota keluarga
|
Materi Pokok
|
: Kedudukan dan peran anggota keluarga
|
Hasil Belajar
|
: Kedudukan anggota keluarga
Peran anggota keluarga
|
Indikator
|
: kedudukan anggota keluarga
1.
Menyebutkan kedudukan setiap
anggota keluarga
2.
Membuat silsilah keluarga
Peran anggota
keluarga
1)
Menjelaskan peran setiap anggota
keluarga
2)
Menjelaskan kecendrungan perubahan
peran keluarga
3)
Menceritakan pengalaman siswa
dalam melaksanakan peranannya dalam kelas.
|
Indikator Tes
|
: siswa dapat menyebutkan paling sedikit 2 tugas
anak dirumah
|
Soalnya dapat dibuat menjadi:
Dua
tugas anak dirumah yaitu:
a. Membantu
orang tua dan belajar.
b. Menonton
TV dan rekreasi.
c. Rekreasi
dan pesta.
d. Makan
enak dan belajar.
d.
Menyusun Alat Evaluasi atau Tes
Kriteria
indicator tes yang baik adalah:
a. Memuat
ciri-ciri dari TIU (Tujuan Instruksional Umum) yang hendak diukur.
b. Menggunakan
kata kerja oprasional yang dapat diukur.
c. Berkaitan
erat dengan materi pokok hasil belajar berserta indikator materi.
d. Dapat
dibuat soal.
Kriteria
pokok penulisan soal:
a) Harus
sesuai dengan indikator tes.
b) Pokok
soal harus dirumuskan secara jelas dan tegas.
c) Pernyataan
yang ada pada pokok soal atau pada jawaban pilihan harus singkat, padat, dan
jelas.
d) Pokok
soal jangan memberi petunjuk ke arah jawaban yang benar.
e) Pilihan
jawaban harus homogen dan logis ditinjau dari segi materi.
f) Panjang
rumusan pilihan jawaban harus relative sama.
g) Pilihan
jawaban jangan menggunakan pertanyaan semua jawaban salah atau semua jawaban
benar.
h) Pilihan
jawaban yang menggunakan angka, harus diurutkan dari angka kecil ke besar.
i)
Setiap soal harus mempunyai satu jawaban
yang benar atau paling benar.
j)
Butir soal jangan bergantung pada
jawaban soal-soal sebelumnya.
Dalam
melakukan penilaian, juga harus memperhatikan acuan yang dipakai. Beberapa
acuan penilaian pada pembelajaran IPS sebagai berikut:
a.
Acuan norma (norm reference)
Acuan
norma merupakan acuan penilaian yang mendeskripsikan penampilan tas dasar
posisi relative seorang siswa terhadap siswa lain di dalam kelompok kelasnya
(Sukardi, 2008:22) pada acuan norma nilai atau skor siswa dibandingkan dengan
nilai atau skor siswa sekelompoknya digunakan pada pembelajaran yang bersifat
kompetitif.
Penilaian
dengan acuan norma menurut pusat kurikulum dalam Amin (2011) digunakan untuk:
·
Menentukan ranking siswa dalam satu
kelas.
·
Mengelompokan siswa dalam satu kelas
berdasarkan prestasi belajar.
·
Menentukan atau menyeleksi siswa ke
dalam kelas unggul dan kelas normal
·
Membandingkan antara siswa.
·
Menyeleksis siswa yang mewakili lomba
antar sekolah.
·
Menyeleksi siswa yang hendak melanjutkan
ke jenjang lebih tinggi.
b.
Acuan kriteria
Acuan
kriteria adalah acuan penilaian dimana hasil penampilan siswa menunjukan
posisinya sendiri terhadap kriteria tertentu tanpa membandingkan dengan hasil
penampilan siswa lain (Sukardi, 2008:23). Pada acuan kriteria nilai atau skor
yang diperoleh siswa dibandingkan dengan standar tertentu yang ditentukan
sebelumnya, biasanya digunakan pada pembelajaran koperatif dan individualistik,
dan nilai yang diperoleh siswa dihubungkan dengan tingkat pencapaian penguasaan
siswa terhadap mata pembelajaran yang bersangkutan.
Penilaian dengan acuan
kriteria pusat kurikulum dalam Amin (2011) digunakan untuk:
·
Menentukan sejauh mana siswa telah
mencapai target atau kompetisi yang telah ditetapkan dalam kurikulum.
·
Memberikan remidi atau pengayaan bagi
siawa siaswi tertentu.
·
Memperkirakan mutu suatu sekoalah
berdasarkan standar mutu nasional yang tergambar dalam pencapaian daftar
kompetnsi yang tercantum dalam kurikulum oleh siswa.
Penilaian
pembelajaran baik proses maupun hasil belajar selayaknya memenuhi bersifat
komprehensif mencakup seluruh potensi dan kemampuan peserta didik disamping
perlu memenuhi rasa keadilan bagi peserta didik. Oleh karena itu, kemampuan
guru dalam menilai selayaknya menggunakana teknik tes dan non-tes.
Kegiatan Belajar 2
Merancang dan Menyususn Alat
Evaluasi
Hasil Belajar IPS Aspek Kognitif
Aspek
kognitif adalah sub taksonomi yang menggunakan tentang kegiatan mental yang berawal
dari tingkatan pengetahuan sampai tingkatan yang evaluasi. Tujuan aspek
kognitif berorientasi pada kemampuan berfikir yang mencakup kemampuan intelektual
yang lebih sederhana, yaitu mengingat sampai pada kemampuan memecahkan masalah
yang menuntut siswa untuk menghubngkan dan menggabungkan beberapa ide, gagasan,
metode atau prosedur yang dipelajari untuk memecahkan masalah tersebut
(Sardiyo, 2009:12). Aspek kognitif dalam evaluasi hasil belajar mempunyai dua
tingkatan sebagai berikut.
Tingkatan aspek
kognitif dalam evaluasi hasil belajar terbagi menjadi:
Tingkatn lebih rendah
·
Pengetahuan (knowledge)
·
Pemahaman (comprehension)
·
Penerapan (application)
Tingkatan
yang lebih tinggi
·
Analisis (analysis)
·
Sintesis (synthesis)
·
Evaluasi (evaluatin)
Menurut
Sardiyo (2006:34) contoh pertanyaan atau tes yang dapat mengungkap kemampuan
pada aspek kognitif sebagai berikut:
·
Pengetahuan (knowledge)
Evaluasi
ini hanya mengungkap tentang fakta, definisi, pengertian dan sejenisnya. Jadi,
siswa hanya dituntut untuk mengigat kembali apa yang dipelajari.
Contoh
pertanyaannya sebagai berikut:
1. Di
manakah terdapat tambang timah di Indonesia?
2. Siapakan
presiden pertama Negara RI?
3. Apakah
nama ibukota provinsi Kalimantan Tengah?
Jawaban
untuk pertanyaan di atas dapat singkat atau memerlukan keterangan atau
penjelasan singkat. Kata-kata yang sering dipakai untuk evaluasi yang
mengungkap pengetahuan antara lain Apa? Siapa? Dimana? Kapan? Sebutkan?
·
Pemahaman (comprehension)
Evaluasi ini menurut
siswa untuk memahami atau mengerti apa yang telah dipelajari. Siswa dituntut
dapat menjelaskan apa yang telah dipelajari dengan kalimatnya sendiri. Dia
tidak sekedar dapat mengingat dan menghafal informasi yang telah diperoleh,
tetapi dapat memilih dan mengorganisasikan informasi tersebut. Termasuk dapat
menafsirkan gambaran, grafik, bagan, dan lain-lain dengan kata-katanya sendiri.
Kata-kata yang sering dipakai untuk
evaluasi (pertanyaan) yang mengungkap pemahaman antara lain: Mengapa? Jelaskan?
Uraikan! Berilah ulasan singkat! Daerah pantai?
·
Penerapan (Application)
Pada
penerapan, siswa dapat menggunakan informasi yang diterima untuk memecahkan sesuatu
masalah. Dengan menggunaka konsep, prinsip, aturan, hukum atau proses yang
telah dipelajari sebelumnya, siswa diharapkan dapat menentukan jawaban yang
benar terhadap pertannyaan yang diajukan
Kata-kata
yang sering digunakan untuk mengungkap penerapan (application) adalah: Demonstrasikan! Tunjukanlah! Klasifikasikan!
Carilah Hubungan! Tuliskan! Gambarkan!
Contoh
Demonstrasikan
terjadinya gerhana matahari dengan 3 bola yang ukurannya berbeda! Tunjukanlah
letak kota Pangkalan Bun pada peta pulau Kalimantan!
·
Analisis (Synthesis)
Pertanyaan analisi menuntut siswa
berpikir secara mendalam, kritis bahkan menciptakan sesuatu yan baru. Untuk
menjawab pertanyaan analisis, siswa harus mampu menguraikan sebab, motif atau
mampu mengadakan deduktif (dari suatu generalisasi hal umum dicari faktanya ke
hal yang khusus). Oleh karena itu, pertanyaan analisis memiliki berbagai
alternative.
Kata-kata
yang sering digunakan untuk mengungkap analisis adalah:
Sebutkan bukti-bukti!
Tunjukan sebsb-sebab! Analisasilah! Berilah alasan!
1.
Menguraikan alasan atau sebab-sebab
suatu kejadian. Contoh: faktor-faktor apakah yang menyebabkan terjadinya
urbanisasi?
2.
Mempertimbangkan dan menganalisis
informasi agar dapat menyimpulkan informasi yang diterima. Contoh: Berdasarkan
data yang ada, kebanyakan pengangguran adalah penduduk desa yan pergi ke kota
untuk mencari pekerjaan. Bagaimana cara mengatasinya?
3.
Menganalisis kesimpulan atau
generalisasi untuk menemukan bukti yang menunjang bahkan menyangkal kesimpulan.
Contohnya: Bukti-bukti apakah yang dapat dikumpulkan bahwa filem barat kurang
cocok bagi kepribadian timur?
·
Sintesis (synthesis)
Pertanyaan yang
mengungkap sintesis mentut siswa berpikir orisinal, kreatif, dan berpikir
induktif (mengambil kesimpulan dari berbagai faktor atau fakta).
Jenis pertanyaan
sintesis dapat berbentuk seperti berikut ini.
1) Membuat
prediksi atau peramalan atau perkiraan. Contoh: Apa dampak yang mungkin terjadi
jika pantai utara Jawa Barat dijadikan daerah pemukiman?
2) Mengungkapkan
ide dan menghasilkan pemikiran yang orisinal. Contoh: Bagaimana tindakan Anda
jika perahu yang Anda tumpangi terdampar pada suatu pulau yang tidak
berpenduduk?
3) Memecahkan
masalah. Contoh: Apa yang harus kita lakukan agar masyarakat menaati pertauran
lalu lintas?
·
Penilaian (Evaluasi)
Evaluasi
yang mengungkap penilaian menuntut siswa untuk melakukan kegiatan berpikir yang
paling tinggi. Evaluasi dapat dilakukan apabila pengetahuan, pemahaman,
aplikasi, analisis dan sintesis dapat dikuasi dengan baik. Pertanyaan untuk
mengungkap evaluasi menuntut adanya standar atau kriteria yang jelas.
Kata-kata
yang sering digunakan untuk mengungkap evaluasi adalah: Berilah pendapat bahwa
… Bandingkan! Bedakanlah! Berilah alasan! Berilah kritik! Alternatif mana yang
lebih baik! Setujukah Anda! Menurut pendapat Anda, Apakah benar? Cara manakah
yang dapat dipilih?
1) Pertanyaan
yang meminta siswa memberikan pendapat.
2) Pertanyaan
yang memberikan penilaian terhadap suatu ide.
3) Pertanyaan
yang meninta siswa untuk memecahkan masalah.
4) Pertanyaan
yang meminta siswa menetapkan karya terbaik.
Kegiatan 3
Merancang dan Menyusun Alat
Evaluasi
Nilai dan Sikap Sosial
Nilai
dan sikap sosial terjadi apabila ada interaksi sosial antar seseorang dengan
orang lain, dengan kelompok atau antar kelompok. Untuk dapat terjadi interaksi
sosial, harus ada kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial dapat berlangsung
dalam tiga bentuk sebagai berikut:
a)
Antara
Orang Per Orang
Contohnyasorang
siswa mempelajari kebiasaan-kebiasaan dalam keluarga, kebiasan-kebiasan
guru-gurunya dalam mengajar, dan kebiasaan taman-temannya. Jika siswa
mempelajari kebiasaan- kebiasaan dalam keluarga dia akan mengetahui nilai-nilai
baik dan tidak baik. Dia mengetahui bahwa Ibunya ramah dan suka menolong. Dia
mengetahui bahwa Ayahnya dermawan dan berwibawa. Jadi dia akan memiliki nilai
dan sikap sosial tertentu misalnya berupa meniru sika sikap Ayahnya atau Ibunya.
Hal itu terjadi akibat adanya kontak sosial dan komunikasi antara anak dan
orang tuanya.
Demikian
juga, apabila dia melakukan kontak dengan guru-gurunya. Dia akan dapat menilai A
guru galak, tetapi murah dalam memberi nilai. Guru B ramah dalam mengajar sangat
jelas dan menyenangkan. Guru C dalam mengajar sangat cepat dan tidak jelas, dan
lain-lain. Dengan demikian, dia akan dapat membedakan siapa guru yang baik dan
kurang baik. Dia akan mempunyai nilai dan sikap sosial tertentu. Hal itu
terjadi akibat adanya kontak sosial dan komunikasi antara siswa tersebut dengan
guru-gurunya.
b)
Antara
Orang Per Orang dengan Kelompok Masyarakat
Contohnya
sesesorang yang tinggal dalam kelompok masyarakat desa, dia akan mengetahui
bahwa tindakannya disenangi oleh masyarakat desa tersebut apabila dia dapat menyesuaikan
dengan norma-norma yang berlaku didesa tersebut. Jika tidak,dia akan terasing
atau dijauhi oleh masyarakat desa tersebut. Nilai dan sikap sosial tertentu
akhirnya timbul akibat adanya kontak sosial dan komunikasi dengan masyarakat
desa.
c)
Antara
Kelompok dengan Kelompok
Contohnya
siswa-siswi suatu sekolah mengadakan kunjungan ke sekolah lain yang menimbulkan
karja sama yang saling menguntungkan atau justru sebaliknya karena terjadi
perbedaan norma antara kedua sekolah sehingga terjadi perselisihan. Terjadinya
nilai dan sikap sosial yang berbeda diakibatkan kontak sosial dan komunikasi
yang tidak serasi.
Contoh
penilaian pada aspek afektif dapat dilihat pada pembelajaran Kelas III semester
I materi kedudukan dan peran anggota keluarga. Dalam penilaiannya menggunakan
daftar pertanyaan yang berfungsi untuk mengungkap nilai sosial. Berikut ini
mengenai contoh penilaian afektif yang mengungkapkan nilai sosial yaitu:
Kompetisi Dasar (DK)
|
: Mendeskripsikan kedudukan dan peran
anggota keluarga
|
Mareti Pokok
|
: Kedudukan dan peran anggota keluarga
|
Hasil Belajar
|
: Kedudukan anggota keluarga
Peran anggota keluarga
|
Indikator
|
: Kedudukan anggota keluarga
1. Menyebutkan
kedudukan setiap anggota keluarga.
2. Membuat
silsilah keluarga.
Peran anggota keluarga
1. Menjelaskan
peran setiap anggota keluarga
2. Menjelaskan
kecendrungan perubahan peran keluarga
3. Menceritakan
pengalaman siswa dalam melaksanakan peranannya dalam keluarga.
|
Dari
materi tersebut dapat dibuat kisi-kisi soal yang mengungkapkan nilai dan sikap
sosial sebagai berikut. Contohnya sebagai berikut:
1. Dengan
bekerja sama dengan Adiknya membersihkan halaman rumah, Doni dapat menghargai
kedua Adiknya yang bekerja dengan baik
2. Dengan
bekerja sama dengan Ibunya yang mengajar memasak, Tuti dan Adiknya dapat
menghargai ibunya yang pintar memasak dan sabar.
Dari
kisi-kisi tersebut dikembangkan pertanyaan
sebagai berikut:
1. Membersihkan
halaman rumah dikerjakan oleh Doni, Tuti dan Adiknya. Kebersihan halaman rumah
didtentukan oleh …………..
a. Doni
yang membersihkan halaman depan rumah.
b. Tuti
dan Adiknya yang membersihkan halaman samping rumah.
c. Ketiga
anak tersebut, masing-masing memberi sumbangan terhadap kebersihan halaman
rumah.
d. Kebersihan
halaman rumah ditentukan oleh doni.
Jawaban
yang paling benar adalah c
2. Belajar
memasak dilakukan oleh Tuti dan Adiknya, dibimbing oleh Ibunya yang pandai
memasak dan sabar. Keberhasilan belajar memasak ditentukan oleh ……….
a. Ibunya
yang pandai memasak dan sabar.
b. Tuti
yang serius belajar memasak.
c. Adik
Tuti yang serius belajar memasak
d. Tuti
da Adiknya serius serta Ibunya yang pandai memasak dan sabar.
Jawaban
yang benar adalah d
Alat
yang tetap untuk mengukur nilai dan sikap sosial ranah afektif selain daftar
pertanyaan adalah berupa skala penilaian, daftar cek, laporan pribadi, dan wawancara.
Namun, alat evaluasi tersebut masih merupakan hal baru bagi siswa SD.
Kegiatan 4
Merancang dan Menyusun Alat
Evaluasi
Keterampilan IPS
Keterampilan-keterampilan
IPS adalah beberapa kemampuan baik fisik maupun mental di bidang Ilmuu
Pengetahuan Sosial. Conny Semiwan dalam Sardiyo (2006:34) mengungkapan terdapat
Sembilan keteramilan-keterampilan mendasar dalam proses berpikir dan berkaryan
dibidang ilmiah yaitu:
a.
Mengobservasi atau mengamati
Observasi
merupakan keterampilan ilmiah mendasar yang menggunakan semua indra (melihat,
mendengar, meraba, dan membau). Didalam observasi didalamnya terdapat kegiatan
menghitung, mengukur, dan mencari hubungan ruang atau waktu.
b.
Membuat hipotesis
Hipotesis
adalah suatu perkiraan yang mempunyai alasan untuk menerangkan suatu pengamatan
tertentu. Hipotesis perlu diuji melalu atau eksperimen.
c.
Merencanakan penelitia atau eksperimen
Eksperimen
adalah menguji atau mengetes melalui penelitian praktis. Dalam melakukan
eksperimen, guru perlu melatih siswa dalam merencanakan penelitian, dari mencatat
bahan dan alat yang digunakan, objek yang akan diteliti, faktor yang perlu
diperhatikan, langkah kerja, hingga cara mencatat dan menyimpulkan. Selain itu,
perlu diterapkan pula kriteria keberhasilan penelitian tersebut.
d. Mengendalikan
Variabel
Variable
penelitian adalah faktor yang berpengaruh terhadap suatu kegiatan atau proses.
e.
Mengintrepetasi atau menafsirkan data
Data yang akan
dikumulkan melalui observasi dapat disajikan dalam bentuk garfik, tabel,
diagram atau peta persebaran data. Data yang disajikan dapat ditafsirkan secara
mudah.
f.
Menyusun kesimpulan sementara
g.
Meramalkan atau memperediksi
Pengalaman yang banyak
biasanya menghasilkan ramalan yang cocok. Ramalan yang baik berdasarkan pada
hasil observasi yang memperhatikan kecendrungan gejala tertuntu.
h. Menerapkan
atau mengaplikasikan
i. Mengkomunikasikan atau menyebarluaskan hasil
temuan
Mengkomunikasikan hasil
penelitian dapat melalui laporan makalah, karangan atau tulisan di surat kabar,
atau secara lisan dengan bantuan grafik, diagram, dan lain-lain.
Contohnya penyusunan
evaluasi pada kelas V semester II dengan materi pokok kenampakan alam dan
buatan sebagai berikut ini:
1.
Kompetisi Dasar
Kemampuan
memahami keragaman kenampakan alam dan buatan di Indonesia.
2.
Materi Pokok
Kenampakan
alam dan buatan di Indonesia.
3.
Hasil belajar dan Indikator Materi
a. Mendeskripsikan
keragaman kenampakan alam di Indonesia
1. Menggambarka
peta Indonesia dengan menggunakan symbol.
2. Mendeskripsikan
peta Indonesia dengan menggunakan symbol.
3. Mengidentifikasikan
ciri-ciri kenampakan alam wilayah Indonesia.
4. Menunjukkan
pada peta persebaran flora dan fauna di berbagai wilayah Indonesia.
5. Mengidentifikasikan
ciri dan sifat cuaca atau iklim dan dampaknya terhadap aktivitas masyarakat
setempat,
b. Mendeskripsikan
kenampakan buatan di Indonesia
1. Mengidentifikasikan
kenampakan buatan di wilayah Indonesia.
2. Menjelaskan
keuntungan dan kerugian pembangunan kenampakkan buatan (waduk, pelabuhan,
kewasan industry, dan perkebunan) bagi masyarakat setempat.
Dari materi diatas
dapat dikembangkan dengan kegiatan kelompok. Pada kegiatan kelompok tersebut,
siswa diminta untuk mendiskusikan materi yang diberikan kepada guru pada setiap
kelompok. Hasil diskusi dan pencapaian aspek keterampilannya sebagai berikut:
Indikator
Materi
|
Indikator
Tes
|
Keterampilan IPS
Yang Diungkap
|
Mengambarkan Peta
|
Siswa dapat membuat peta
Indonesia
|
Menerapkan
|
Ciri-ciri kenampakan alam
Indonesia
|
Selah mengamati kenampakan
Alam Indonesia
|
Membuat klasifikasi
|
Menunjukan jenis flora dan fauna
di Indonesia
|
Setelah membaca peta jenis flora
dan fauna di Indonesia, siswa dapat menggolongkan jenis flora dan fauna di
Indonesia
|
Membuat klasifikasi
|
Membedakan cuaca dan iklim
|
Setelah membaca jumlah curah
hujan dalam satu tahun, siswa dapat membuat grafik curah hujan di Indonesia
|
Mengomunikasikan
|
Dampak cuaca atau iklim terhadap
manusia
|
Setelah membaca peta Indonesia
siswa dapat menyimpulkan suhu rata-rata
di Indonesia
|
Interprestasi data
|
Menggambarkan peta arah mata
angin muson di Indonesia
|
Setelah membaca uraian angin
muson di Indonesia siswa dapat menggambarkan arah angin muson di Indonesia
|
Mengomunikasikan
|
Mendeskripsikan kenampakan buatan
di Indonesia
|
Setelah memebaca peta Indonesia
siswa dapat menbedakan kenampakan buatan di indonesia
|
Membuat klasifikasi
|
Menjelaskan keuntungan dan
kerugian pembangunan kenampakan buatan bagi masyarakat
|
Setalah membaca dampak
pembangunan kenampakan buatan, siswa dapat menyimpulkan keuntungan dan
kerugian pembangunan kenampakan bagi masyarakat
|
Interprestasi data
|